euphony

about past, present, and future

Salah Ruang

Leave a comment

Pernahkah Anda merasa sudah salah memasuki ruangan?

Atau pernahkan Anda melihat seseorang yang dengan tiba-tiba membuka pintu, kemudian duduk begitu saja tanpa bertanya-tanya, dan pada akhirnya orang tersebut malu karena ternyata salah memasuki ruangan tersebut, tapi kepalang tanggung juga kalau keluar (double malunya kalau dia tiba-tiba beranjak pergi), dan di dalam ruangan itu dia salah tingkah serta tak bisa menjadi dirinya sendiri… (sebut saja “mati gaya”)

Mungkin salah satu orang yang melakukan kebodohan itu adalah saya…sy sudah berbuat kesalahan dengan memasuki ruangan yang salah, dan itu membuat sy menyesal dan tidak mau lagi berbuat apa-apa. Ruangan yang sy anggap sebuah kesalahan itu adalah jurusan kuliah yg sy ambil, sejujurnya semua itu adalah saran dari orang tua (bc. yg setengah memaksa).

Di dalam ruangan itu sy hanya bisa menyesali semuanya, sy bahkan melakukan “demo” dengan tidak mau berbuat lebih. Hanya menjadi mahasiswa yg biasa-biasa saja, sama sekali tidak minat untuk menjadi luar biasa. Berkali-kali sy memupuk rasa iri sy ketika melihat orang lain memiliki kesempatan yg menurut versi “sy” itu jauh lebih baik dari kesempatan yg sy miliki. Perasaan-perasaan semacam itu terus menemani sy dan pada akhirnya membuat sy benar-benar menjadi orang yang tidak realistis, terlalu banyak berandai-andai tentang masa lalu.

Sampai pada suatu hari sy menyadari sesuatu yaitu ketertinggalan sy dari sebagian besar kawan sy. Sebagian besar dari mereka yg memulai startnya bersama sy ternyata sudah lebih dulu melesat, mencapai garis finis dan menciptakan lagi garis start step berikutnya. Rupanya sy sudah benar-benar tertinggal jauh… Setelah menyadari hal itu akhirnya sy menyusun strategi baru, karena sy pikir-pikir saat itu sy benar-benar sedang menggali lubang sendiri.

Sy berpikir bahwa seharusnya sy bisa menerima kesalahan itu, mencoba menerima kenyataan dan mengubah semuanya. Sy tanamkan dalam benak sy bahwa setiap apa yg terjadi akan selalu membawa idiom “ada udang dibalik batu” alias tak akan pernah ada yg kebetulan-selalu ada maksud untuk setiap keberadaan “sesuatu” (karena Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu atas dasar kesia-siaan).  Sy kemudian benar-benar menghentikan lalu lintas pertanyaan semacam ini: “apakah tempat ini yg terbaik untuk sy? apakah ruangan ini tepat untuk sy???” dan sebaliknya sy membuka lalu lintas pertanyaan semacam ini: “apakah sy bisa menjadi yg terbaik di tempat ini? apakah sy bisa menjadikan tempat ini sbg dahan untuk berpegang dan batu untuk pijakan???”. Setidaknya pertanyaan -pertanyaan yg terakhir adalah bentuk pertanyaan yg berfokus pada diri sy sbg subyek bukan berfokus pada lingkungan di luar diri sy.

Harusnya sy bisa menyadari itu sejak lama, tengoklah ketika sy berada si bangku SMA. Sy adalah siswa salah satu SMP favorit di kota sy dan kemudian melanjutkan lagi ke salah satu SMA favorit di kota yg sama. Inilah salah satu bukti bahwa kita adalah subyek bukan obyek dari lingkungan yaitu  “sy yg berasal dari SMP favorit harus mengakui kehebatan siswa-siswa lain yg justru berasal dari SMP-SMP pelosok yang secara kualitas dan fasilitas tidak begitu baik”. Sesungguhnya kehebatan teman-teman sy yg berasal dari pelosok itu bukan karena lingkungan (bc. sekolah) tetapi karena mereka sendiri yg memposisikan dirinya sebagai subyek dari lingkungan bukan sebagai obyek, karena kenyataannya mereka tetap bisa menjadi orang-orang hebat dalam situasi apapun (bc. di sekolah favorit ataupun tidak).

Meskipun terlambat namun pada akhirnya sy menyadari itu, dan mulai detik itu sy berusaha membuat diri sy “on control” oleh diri sy sendiri bukan “on control” oleh lingkungan, karena sy lah subyek kehidupan yg sebenarnya, bukan lingkungan atau hal lainnya. Setidaknya saat sy jatuh pun sy harus tetap “on control”.

-the happiest moment is when u can be ur self-

Advertisements

Author: Galuh Sekar Wijayanti

Student of Life University|belajar apa saja*dimana saja*kapan saja*dengan siapa saja*yang penting ada manfaatnya~PPS_BK*Unnes#TalkLessDoMore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s