euphony

about past, present, and future

tentang Ayah

Leave a comment

Anak-anak mungkin mempunyai respon yang sederhana, tapi terkadang respon itu justru punya makna yang sangat dalam. Beberapa saat yang lalu ketika saya meminta mereka menuliskan komentar mereka tentang “ayah” ternyata ada sebagian yang justru menangis tersedu-sedu, entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Tetapi mungkin sedikit banyak saya pun merasa “sama”, seringkali sedih dan trenyuh ketika memikirkan apa-apa yang sudah dilakukan seorang ayah, sedangkan di sisi lain saya masih belum bisa berbuat apa-apa untuk beliau. Kemudian di akhir pertemuan itu, saya meminta ijin kepada mereka untuk membagikan komentar-komentar itu di blog, sebagian besar tidak keberatan, sebagian lagi ada yang setengah mengijinkan (boleh tapi tanpa nama), dan  ada satu orang yang tidak mengijinkan, dan tentu saja saya akan menepati komitmen itu. Ada beberapa kalimat yang akan membuat kita tersenyum, tertawa, terharu, membuat panas mata dan juga ada sebagian lagi akan membuat kita mengernyitkan dahi dan berpikir cukup lama (karena bahasanya atau karena tulisannya, hehe…) tapi inilah komentar-komentar mereka tentang “ayah”:

  • Papa itu baik, sering ngajak jalan-jalan (by. Pram)
  • Dari kecil ayah merawatku, ayah bekerja dan merawatku, ayah mengajakku berkeliling setiap malam untuk menidurkanku. terimakasih ayah… (by. nn)
  • Menurut saya bapak saya itu sangat baik. Walaupun bapak saya itu sering marah, tetapi bukan berarti benci, tetapi itu berarti sayang. Bapak itu lebih sayang sama aku daripada ibu. Saya minta apa aja dibelikan, tapi tidak langsung (by. Nafa)
  • Ayah adalah orang yang sangat baik dan seperti rumah sakit bagi Renjiro. Ayah adalah orang yang paling baik (by. Renjiro)*
  • Ayah saya sangat baik, suka memberi nasehat kepada saya. Moment yang paling indah saat saya dan ayah merayakan ulang tahun. Dia memberi hadiah yang sangat istimewa (by. Uli).
  • Ayah adalah orang yang baik, tapi kadang-kadang marah. Dia penyayang, tulus, baik hati, dan pekerja keras. Momen-momen yang menyenangkan adalah saat makan malam dan menonton TV bersama (by. Tito).
  • Ayah yang baik, tidak jahat. Aku sangat sayang padamu (by. nn).
  • Bapakku adalah seorang pahlawan, Bapakku seorang yang baik dan sayang padaku (by. Fadhel).
  • Ayah bagiku seorang yang baik. Momen yang paling membahagiakan adalah saat ayahku ……….. karena aku kasian sama ayahku (by. nn).
  • Ayahku baik, suka mengasih dan baik sama aku (by. nn).
  • Papa adalah orang yang baik, selalu menemani aku belajar. Aku selalu ditemani belajar, dan aku selalu diberi apapun (by. Talitha).
  • Ayahku baik, minta apapun saya dibelikan. Waktu ayahku bermain sepak bola ayahku mencetak 3 gol. Ayahku sangat baik (by. Adam)
  • Papaku itu pinter. Kadang-kadang papaku pulang malam karena itu aku pasti mendoakannya agar selamat. Jika papaku tidak pulang malam pasti dia akan mengajariku belajar. Aku sayang sama papaku (by. Ira).
  • Ayahku adalah sosok ayah yang sangat baik. Momen yang paling baik adalah saat aku berada di makam ayahku. Surat kecil untuk ayah. Ayah tenanglah… (by. nn)
  • Ayahku sangat sayang padaku, waktu aku dimarahi mamahku lalu aku menangis papahku yang mendiamkan aku. Aku sangat sayang pada papahku, tetapi aku pernah marah kepada papahku dan aku belum minta maaf (by. nn).
  • Ayahku adalah seorang pahlawan yang baik hati, terkadang dia marah tapi aku tau dia sayang padaku. Aku mempunyai kenangan saat ranking 1, ayah membelikan boneka kesukaanku (by. nn).
  • Papa orangnya baik banget, aku minta apa aja dibeliin dan setiap hari aku nggak pernah ketemu Papa, ketemunya cuma hari Sabtu dan Minggu, soalnya Papa kerja di Jakarta sampai ke Riau dan luar Jawa, kadang pernah 2 minggu sekali (by. nn).
  • Papahku sangat baik, Papah pernah mengajak saya jalan-jalan ke Java Mall, dan itulah moment yang terbaik (by. Nezza).
  • Ayahku baik. Pengalaman terindahku bersama ayah adalah saat aku menjadi juara dalam lomba meronce. Saat itu aku menang juara I. Setelah itu aku meminta hadiah tetapi ayah bilang “ya kalau ayah punya uang”. Ayah bekerja keras dari pagi sampai malam. Aku paham perjuangan seorang ayah sngat besar demi anaknya (by. nn).
  • Ayahku baik tapi aku suka mengejek. Ayahku yang paling hebat. Momen yang indah adalah saat ulang tahunku ke 3, ayahku membelikan makanan dan sebuah hadiah. Ayahku yang paling terhebat di seluruh dunia (by. riza).
  • Ayahku bagai pahlawanku. Beliau adalah pekerja keras. Ayahku sangat lucu dan suka menggoda. Selalu ada waktu untuk aku. Walaupun aku kadang-kadang marah kepadanya. Ayahku tak pernah lupa padaku. Ayahku Pahlawanku (by. nn).
  • Papa itu seperti bintang di langit. Saat aku menangis, aku selalu diajak Papa ke suatu tempat yang bagiku istimewa saat aku kembali tersenyum, Papaku sangat bahagia (by. nn).

Dan buat saya ayah adalah teman sekaligus lawan (teman berdiskusi dan lawan berdebat), ayah adalah imam sekaligus makmum (imam dengan tauladan yang diberikannya, makmum untuk setiap apa yang disukai anggota keluarga lainnya), ayah adalah penuntut sekaligus pembela (penuntut dan pembela kebenaran yang terkadang tersudut oleh suara terbanyak), ayah adalah …..dan adalah…..

*love you always

Advertisements

Author: Galuh Sekar Wijayanti

Student of Life University|belajar apa saja*dimana saja*kapan saja*dengan siapa saja*yang penting ada manfaatnya~PPS_BK*Unnes#TalkLessDoMore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s