euphony

about past, present, and future

Bidang Garapan Konseling dan Situasinya

Leave a comment

Perkembangan berbagai aspek dalam kehidupan telah membawa dampak juga bagi perkembangan konseling. Secara tidak langsung perkembangan aspek-aspek kehidupan mendorong timbulnya berbagai efek positif dan negatif dalam kehidupan manusia yang akhirnya menempatkan konseling sebagai layanan yang penting di berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut antara lain: 

  • Konseling di Lembaga Masyarakat

Konsep yang menjadi dasar dalam konseling di lembaga masyarakat yaitu konsep psikologi komunitas karena yang menjadi sasaran layanan adalah individu yang merupakan bagian dari komunitas sosialnya. Konsep psikologi komunitas ini berfokus pada:

  1. Meminimalisir perhatian pada konsep lama yaitu psikologi abnormal dan memberi perhatian lebih pada disfungsi psikologis akibat respon manusia terhadap berbagai permasalahan hidup sehari-hari. Masalah dasar yang sering dialami dalam kehidupan manusia adalah akibat kemiskinan, rasisme, kurangnya pendidikan, kurangnya kesempatan kerja dan sebagainya.
  2. Mengupayakan pengembangan kompetensi pribadi dan kompetensi sosial individu..
  3. Tidak hanya berfokus pada upaya kuratif namun juga meningkatkan upaya prefentif untuk mencegah banyaknya orang yang mengalami sakit jiwa dan dikirim ke rumah sakit jiwa.

Konseling di lembaga masyarakat harus melayani semua individu dengan mempertimbangkan latar belakang kelompok sosial mereka karena dalam pelaksanaannya konseling mempunyai jangka waktu yang relative, bersifat situasional dan menggunakan pendekatan problem solving sehingga program yang dilaksanakan adalah program per kelompok. Konselor yang menangani haruslah tenaga ahli yang profesional dalam masalah yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya: seorang konselor menangani masalah karir dan jabatan, maka konselor yang bersangkutan harus ahli di bidang tersebut. Keahlian tersebut bisa didapatkan melalui pendidikan atau pelatihan.

  • Konseling di Sekolah

Salah satu kontribusi konseling dalam perkembangan manusia yaitu penyelenggaraan layanan konseling di dalam sekolah. Konseling merupakan salah satu inovasi dalam pendidikan karena dalam programnya konseling menawarkan adanya perbedaan individu dan harga diri individu sebagai fokus utama dalam penyelenggaraannya.

Dalam pendidikan dijelaskan bahwa konselor dan guru mempunyai karakteristik yang berbeda dan terkadang hal tersebut mendorong konselor dan guru saling berseberangan pendapat. Di lapangan sering kita jumpai konselor yang memandang guru sebagai sosok yang tidak mau menerima perubahan, sosok yang berkuasa dan tidak mau menerima kreativitas serta spontanitas siswa. Sedangkan guru  memandang konselor sebagai pembela siswa yang bersalah dan konselor seringkali memperlakukan siswa yang bersalah itu sebagai korban, selain itu guru pun memandang konselor tidak pernah memperhatikan profesi guru dengan segala tanggung jawabnya.

Konflik antara guru dan konselor dapat dihindari jika konselor tidak terlalu saklek dalam mempertahankan konsep konseling yang diajarkan padanya karena pada kenyataannya akan lebih susah mempertahankan konsep tersebut di sekolah daripada di tempat praktik pribadi karena sekolah merupakan institusi yang mempunyai keterkaitan dengan berbagai pihak. Berbagai permasalahan tentang peran konselor akan menghilang sampai konselor mampu untuk berprestasi dalam merumuskan dan menjelaskan tujuannya melalui tindakan nyata.

  • Konseling di Universitas

Adanya konseling di universitas merupakan hasil dorongan dari pecahnya perang dunia yang menghasilkan banyak veteran yang pada akhirnya memilih untuk menggunakan kesempatan mengambil pendidikan lanjutan di universitas. Para veteran ini membutuhkan layanan khusus sehubungan kondisi pribadi yang kurang baik setelah berperang.

Layanan konseling di universitas tidak seperti layanan konseling di sekolah, karena layanan di universitas di laksanakan di pusat kegiatan mahasiswa, asrama dan klub-klub penyalur minat dan bakat, sedangkan untuk permasalahan kedisiplian tidak ditangani oleh konselor melainkan ditangani oleh pimpinan mahasiswa.

Fokus layanan konseling di universitas adalah permasalahan tentang pendidikan, karir, aktualisasi diri dan psikoterapi. Oleh karena itu yang terlibat dalam layanan konseling di universitas adalah konselor, psikiater, psikolog,  pekerja sosial, dan sebagainya.

  • Konseling di Lembaga Rehabilitasi

Konseling rehabilitasi tidak hanya menangani permasalahan psikis namun juga permasalahan fisik. Yang berperan dalam konseling rehabilitasi ialah psikiater, terapis, pekerja sosial, perawat dan konselor. konseling rehabilitasi dapat ditemukan di rumah sakit, medial center, komunitas veteran, perusahaan serta lembaga rehabilitasi untuk pecandu alkohol dan narkoba.

Konseling rehabilitasi dimaksudkan untuk membantu klien agar bisa menerima dirinya yang sakit atau kurang sempurna, memanajemen semua permasalahan yang menyangkut kekurangannya, merencanakan karir dan pendidikannya serta membantu klien  untuk mengembangkan potensinya agar dapat beraktualisasi dan bersosialisasi di masyarakat.

  • Konseling di Dunia Kesehatan

Perkembangan baru di dunia kesehatan dan konseling yaitu kolaborasi antara keduanya di satu bidang “kesehatan”. Hal ini dikarenakan oleh dua alasan, yaitu:

  1. Semua tipe penyakit selalu berkaitan dengan reaksi emosi dari si penderita dan orang-orang di sekitarnya.
  2. Setiap manusia merespon penyakitnya secara total baik secara psikis maupun fisik.

Pengobatan yang menggunakan sistem konvensional tanpa melibatkan konseling tidak mampu menangani permasalahan yang berasal dari semua aspek. Konseling ini berperan di organisasi kesehatan mental, klinik, rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan komprehensif.

Yang biasanya dilakukan konseling dalam dunia kesehatan antara lain yaitu:

  1. Membantu persiapan psikis klien yang akan menjalani proses operasi yang beresiko tinggi.
  2. Menangani psikosomatik yaitu penyakit fisik akibat gangguan psikis, misalnya: sakit kepala dan sakit perut akibat kecemasan yang berlebih.
  3. Preventif dengan mencegah terjadinya stress yang berkelanjutan yang dapat mengakibatkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan sebagainya.
  4. Membantu keluarga untuk mempersiapkan diri dan membentuk kondisi yang mendukung bagi kesembuhan klien.
  5. Membantu untuk mengurangi kebiasaan buruk yang dapat mendorong munculnya penyakit lain, misalnya: merokok, kebiasaan minum alkohol, diet dengan cara yang salah, dan kebiasaan buruk lainnya.
  • Konseling untuk Praktik Pribadi

Konseling ini bersifat independen, tidak terikat dengan pihak manapun kecuali dengan pihak-pihak yang mempunyai kontrak kerja sama. Area kerja konseling ini, misalnya: di bagian pengembangan sumber daya manusia, membantu dunia bisnis dan pemerintahan yang menuntut adanya pemilihan karyawan yang berkompeten, layanan kelompok berupa pelatihan bagi karyawan, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan tugasnya terkadang konselor dituntut untuk bekerjasama dengan psikiater dan psikolog. Praktik mandiri membutuhkan izin resmi dari pihak yang berwenang, dan konselor yang juga sebagai psikolog dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang sesuai akan lebih mudah mendapatkan izin.

 

dafpus: Blochher, Donald H. 1987. The Professional Counselor. Canada: Macmillan.

 

Advertisements

Author: Galuh Sekar Wijayanti

Student of Life University|belajar apa saja*dimana saja*kapan saja*dengan siapa saja*yang penting ada manfaatnya~PPS_BK*Unnes#TalkLessDoMore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s